Untuk mempermudah editing/uploading files ke server, lebih baik kita manfaatkan sebuah FTP server, yaitu Pure-FTPd. Kalau di Part 1 kita sudah menyelesaikan instalasinya, berikut ini adalah langkah-langkah konfigurasinya.
Users yang akan kita create dalam Pure-FTPd ada 2 jenis, yaitu user untuk mengakses file HTML/PHP/JavaScript/CSS/dll. di direktori
/usr/share/nginx/htmldan user untuk mengakses Node.JS projects di direktori/home/rinjani/nodeapps.
[rinjani@nusantara ~]$ mkdir nodeapps
[rinjani@nusantara ~]$ sudo chmod -R 777 nodeapps
[rinjani@nusantara ~]$ sudo groupadd xftp
[rinjani@nusantara ~]$ sudo useradd xftp -g xftp -s /sbin/nologin -d /home/xftp -c "Default Virtual FTP Users" -m
[rinjani@nusantara ~]$ sudo nano /etc/pure-ftpd/pure-ftpd.conf
Edit (ditampilkan dalam table saja):
| Entry/Setting | Default/Old Value | New Value | Comments |
|---|---|---|---|
| VerboseLog | no |
yes |
- |
| PureDB | disabled, @sysconfigdir/pureftpd.pdb |
/etc/pure-ftpd/pureftpd.pdb |
uncomment |
| PassivePortRange | disabled |
30000 50000 |
uncomment |
Catatan: comment di file
pure-ftpd.confadalah karakter #.
Untuk lebih lengkapnya, Anda bisa melihat contoh pure-ftpd.conf ini.
Save perubahannya dengan menekan Ctrl+O lalu <Enter> untuk mengkonfirmasi Yes, dan exit dari nano editor dengan menekan Ctrl-X.
[rinjani@nusantara ~]$ sudo su
[root@nusantara rinjani]# pure-pwconvert >> /etc/pure-ftpd/pureftpd.passwd
[root@nusantara rinjani]# chmod 600 /etc/pure-ftpd/pureftpd.passwd
[root@nusantara rinjani]# ln -s /etc/pure-ftpd/pureftpd.passwd /etc/pureftpd.passwd
[root@nusantara rinjani]# pure-pw mkdb
[root@nusantara rinjani]# pure-pw useradd webmapdev -u xftp -g xftp -d /usr/share/nginx/html
...create + confirm password...
[root@nusantara rinjani]# pure-pw mkdb
[root@nusantara rinjani]# pure-pw useradd nodedev -u rinjani -g rinjani -d /home/rinjani/nodeapps
...create + confirm password...
[root@nusantara rinjani]# pure-pw mkdb
[root@nusantara rinjani]# systemctl enable pure-ftpd
[root@nusantara rinjani]# firewall-cmd --permanent --zone=FedoraServer --add-port=21/tcp
[root@nusantara rinjani]# firewall-cmd --reload
[root@nusantara rinjani]# firewall-cmd --permanent --zone=FedoraServer --add-port=30000-50000/tcp
[root@nusantara rinjani]# firewall-cmd --reload
[root@nusantara rinjani]# systemctl start pure-ftpd
[root@nusantara rinjani]# exit
Akhirnya, sampai dengan tahap ini, Webmap Development Server Anda sudah (juga) memiliki FTP server dan siap sepenuhnya untuk "diajak kemanapun".
Anda bisa mengakses root direktorinya Nginx dan Node.JS projects Anda dengan menggunakan IDE atau editor seperti Notepad++ atau Visual Studio Code, dengan menambahkan plugin FTP.
Terima kasih atas perhatian dan kesabaran Anda, semoga rangkaian tutorial ini bisa bermanfaat bagi Anda, dan mari bersama kita majukan ngelmu Geomatika untuk bangsa Indonesia!
Instalasi dan konfigurasi sebuah tech-stack adalah sebuah craftmanship -- semakin mendalam Anda menggali bagaimana sebuah komponen bekerja dalam ekosistemnya, in-and-out, maka semakin paham pula Anda terhadap seluruh ketidaksempurnaan yang pernah Anda jumpai dalam hidup.
- Part 1: Post-Installation / OS Configuration
- Part 2: Configuring Apache Tomcat for GeoServer
- Part 3: GeoServer Installation / Configuration
- Part 4: Configuring PostgreSQL and PostGIS
- Part 5: Configuring MySQL Database
- Part 6: Configuring PHP, PHP-FPM and Nginx
- Part 7: Configuring Nginx as a Reverse-Proxy
- Part 8: Configuring Pure-FTPd (this file)